Rabu, 13 Januari 2016

Puisi galau



Dalam Linangan Air Mata






Kau bagaikan kerdip lilin dalam kegelapan
Kau bagaikan cahaya bulan dalam keremangan
Kau bagaikan alunan sebuah nada yang indah dalam kesunyian
          Kau hidup dalam kalbuku
          Tak pernah mati
          Walau nafas tak lagi mengiringi
          Kau bagaikan sebuah kapal kecil yang mengajakku berlayar
          Ke tengah samudra kehidupan
Kau mengajarkanku banyak hal
Tentang cinta . . .
Tentang hidup . . .
Tentang perpisahan . . .
          Saat kita bersama
          Menangis . . . tersenyum . . . berbagi
          Merupakan sebuah kehangatan
          Yang mampu mengalahkan hangatnya sinar matahari
Sungguh aku tak pernah berharap
Kan berpisah denganmu
Tapi apalah dayaku
Bila waktu telah berputar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar